Kamis, 18 Maret 2010

Setting Speedy in Linux Ubuntu

ekarang internet merupakan kebutuhan pokok. di kampung saya saat tulisan ini di posting yang namanya warnet (warung Internet) di satu kecamatan baru ada 2 dan itupun sekarang tinggal satu...lelet lagi.... sehingga kalau mau chating atau cari info harus pergi ke kota... tapi untungnya sejak April Speedy sudah bisa masuk ke kecamatan rajagaluh dan di SMAN 1 Rajagaluh sudah mendaftarkan diri menggunakan speedy untuk jaringan internet di Labkomputer.
Setting Speddy di windows udah ga asing tapi kalau di Linux kita harus tahu tentang perintah-perintah di terminal yang harus kita ketikan. berikut pengalaman penulis mengenai setting speedy di Linux Ubuntu 7.10.
1. Hubungkan modem ADSL ke komputer dengan menggunakan koneksi LAN (RJ-45), pastikan modem ADSL dalam keadaan menyala (tidak perlu terkoneksi ke internet)
2. Buka terminal, ketikkan :

sudo pppoeconf

3. Masukkan password
4. Aplikasi akan memeriksa perangkat-perangkat yang ada pada PC yang dapat digunakan untuk melakukan koneksi (misalnya : internet card, wireless card, dsb)
5. Aplikasi akan memeriksa perangkat mana yang memiliki koneksi ke modem ADSL
6. Selanjutnya pilih “yes” untuk setiap option yang ditawarkan, jangan lupa memasukkan username dan password untuk koneksi speedy saat diminta.

Sampai tahap ini, Ubuntu telah selesai melakukan konfigurasi speedy. Untuk melihat hasil konfigurasi, gunakan perintah :

sudo nano /etc/ppp/peers/dsl-default

Untuk mulai melakukan koneksi, ketik :

sudo pon dsl-default

, untuk lebih memudahkan, kita dapat mengganti nama file dsl-default misalnya menjadi speedy, sehingga untuk melakukan koneksi ketik

sudo pon speedy

Memutuskan koneksi dapat dilakukan dengan perintah “sudo poff”.

Konfigurasi FTP Server Dengan Proftpd Pada Ubuntu Server

Secara default, pemberian hak akses pada ftp dibagi menjadi 2 buah user:
1. Anonymous Ftp , Ftp server memberikan akses kepada siapapun tanpa harus mempunyai user account dan password.
2. User Ftp, hanya user yang mempunyai user account dan password saja yang bisa mengakses ke server ftp.

Untuk keamanan server maka kita akan mematikan eksekusi file binary (.bin) yang bisa berjalan pada shell kita, kita edit file /etc/shells:
$ sudo vi /etc/shells
tambahkan baris ini dibawah baris berikutnya
/bin/false
Setelah dirasa sudah siap semuanya (komputer,repository dan jaringan) maka langsung aja kita mulai buat ftp servernya.
Install program ftp server (proftpd )
$ sudo apt-get install proftpd
setelah proses instalasi hampir selesai, nanti akan ada 2 pilihan ,kita pilih standalone saja. Jika tidak ada masalah dalam peginstalan kita lanjutkan ke langkah berikutnya.
Melakukan setting Ftp server dengan berbagai pilihan.

A. Mengkonfigurasi Ftp server supaya user seperti dipenjara dalam mengakses direktory /home.Edit file konfigurasi Ftp Server yaitu file proftpd.conf yang berada dalam direktory /etc/proftpd/
$ sudo gedit /etc/proftpd/proftpd.conf
kemudian cari baris ini,
DenyFilter \*.*/
Tambahkan baris dibawah ini dibawahnya
DefaultRoot ~
Setelah itu simpan hasil editan, kemudian restart proftpd nya.
$ sudo /etc/init.d/proftpd restart

B. Mengkonfigurasi Ftp Server dengan user Anonymous dan opsinya Read Only/baca saja. Edit file proftpd.conf dan sisipkan baris berikut ini.

User ftp
Group nogroup
UserAlias anonymous ftp
DirFakeUser on ftp
DirFakeGroup on ftp
RequireValidShell off
MaxClients 10
DisplayLogin welcome.msg
DisplayFirstChdir .message


DenyAll



Simpan dan restart lagi proftpd-nya

C.) Mengkonfigurasi Ftp Server dengan user Anonymous dan opsinya Read and Write/baca dan tulis. Edit file proftpd.conf dan edit baris berikut ini.

User ftp
Group nogroup
UserAlias anonymous ftp
DirFakeUser on ftp
DirFakeGroup on ftp
RequireValidShell off
MaxClients 10
DisplayLogin welcome.msg
DisplayFirstChdir .message


DenyAll




Simpan hasil editan dan restart proftpd nya.

D. Mengkonfigurasi Ftp Server dengan akses Ftp user.

Untuk melakukan setting Ftp dengan opsi ini perlu beberapa langkah yang harus dilakukan. Membuat user dalam komputer yang sekalian nanti juga aka didaftarkan sebagai ftpuser.

$ sudo adduser namauser
Setelah nama user dibuat edit fiel proftpd.conf dan tambahkan baris berikut.
—-> folder default untuk userftpnya
User namauser —-> nama untuk user yang kita daftarkan
Group nogroup
UserAlias anonymous ftp
DirFakeUser on ftp
DirFakeGroup on ftp
RequireValidShell off
MaxClients 10
DisplayLogin welcome.msg
DisplayFirstChdir .message


AllowAll




Bagi yang mau buat server untuk web hosting berbasis ubuntu…
Semoga berguna.
Sumber : neonmap@jasakom.org

Rabu, 10 Maret 2010

Membuat FTP Server di Ubuntu Hardy Dengan ProFTPD

Membuat FTP Server di Ubuntu Hardy Dengan ProFTPD
Pada 22 Aug 2009, di Tutorial, oleh Cecep Mahbub
Ada banyak pilihan untuk ftp server, tapi proftpd adalah salah satu ftp server yang fleksibel dan mudah dikonfigurasi. Dan di tulisan ini akan menjelaskan secara singkat bagaimana menginstal proftpd di Ubuntu 8.04.



FTP adalah protokol yang sudah sangat tua, tapi walaupun begitu masih banyak digunakan untuk keperluan transfer berkas. Mungkin karena kestabilannya dan banyaknya client atau aplikasi yang mendukung proses transfer berkas melalui ftp, yang menyebabkan ftp masih sangat populer.
Instalasi

Menginstal proftpd di Ubuntu, semudah menginstal aplikasi lain dari repositori. Caranya,
sudo apt-get install proftpd

Saat ada pilihan apakah akan menjalankan proftpd via inetd atau standalone, pilih standalone saja. Setelah instalasi selesai, seharusnya proftpd otomatis dijalankan. Jika tidak, coba Anda jalankan perintah berikut.
sudo /etc/init.d/proftpd start

Letak berkas konfigurasi ada di /etc/proftpd/proftpd.conf. Contoh yang diberikan oleh paket proftpd di Ubuntu sudah sangat baik. Tapi tentu saja, Anda tetap bisa mengkonfigurasinya lagi agar lebih sesuai dengan keperluan Anda.
Test Instalasi

Sebelum membahas konfigurasi untuk proftpd, mari kita sedikit meluangkan waktu untuk melakukan sedikit test. Setelah proftpd berhasil dijalankan, Anda bisa melakukan proses cek, apakah proftpd sudah listen atau belum.
sudo lsof -i -n -P |grep "21" |grep LISTEN

Jika proftpd sudah listen di port 21 tersebut, selanjutnya mari kita cek. Seperti pada contoh di bawah ini.
ftp localhost
Connected to localhost.
220 ProFTPD 1.3.1 Server (Debian) [::ffff:127.0.0.1]
Name (localhost:cecep): cecep
331 Password required for cecep
Password:
230 User cecep logged in
Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
ftp> dir
200 PORT command successful
150 Opening ASCII mode data connection for file list
-rw-r--r-- 1 root root 3169166 May 17 09:23 redmine-0.8.4.tar.gz
drwxr-xr-x 7 cecep cecep 4096 Jul 21 23:47 rubygems-1.3.5
-rw-r--r-- 1 cecep cecep 278469 Jul 22 00:16 rubygems-1.3.5.tgz
226 Transfer complete
ftp>
Membatasi User FTP di homedir

Lihat konfigurasi proftpd.conf, cari baris DefaultRoot, Anda tinggal membuang tanda pagar didepannya, seperti contoh di bawah ini.
# Use this to jail all users in their homes
DefaultRoot ~

Seperti biasa, jika konfigurasi baru sudah Anda simpan, Anda harus merestart service proftpd.
sudo /etc/init.d/proftpd restart
Membatasi Berkas yang Boleh di Upload

Misal, Anda membuat ftp server untuk keperluan kantor. Dan Anda tidak ingin user Anda mengupload berkas-berkas mp3 dan video yang mungkin tidak berkaitan dengan keperluan kantor.

Anda bisa menerapkan konfigurasi berikut.
# Reject files with this extension
PathDenyFilter "\\.(3gp|avi|mp3|mpg|wmv)$"

Contoh lainnya, Anda ingin membatasi besar berkas yang boleh di upload.
# Restrict upload to only 10 megabytes
MaxStoreFileSize 10 Mb
Tuning Untuk Server yang Super Sibuk

Jika FTP server Anda sangat sibuk, mungkin Anda harus mengubah beberapa konfigurasi Timeout untuk kondisi client yang tidak mentransfer, stalled atau yang sedang idle. Tujuannya agar client-client tersebut tidak membebani server, dan memberikan kesempatan ke client lain yang ingin mengakses server Anda.

Nilai default di instalasi Ubuntu, ingat satuannya dalam detik. Jadi 600 artinya 10 menit.
TimeoutNoTransfer 600
TimeoutStalled 600
TimeoutIdle 1200

Anda bisa ubah misalnya menjadi seperti di bawah ini.
TimeoutNoTransfer 60
TimeoutStalled 60
TimeoutIdle 120

Anda juga mungkin bisa menerapkan konfigurasi tambahan seperti di bawah ini.
# Disable Ident Lookups
IdentLookups off

# Disable Reverse DNS Lookups
UseReverseDNS off

# Disable ls -R
ListOptions +R strict

# Disable checking for .ftpaccess
AllowOverride off

# Disable logging to wtmp file
WtmpLog off

Install Joomla di Ubuntu

Download dahulu Joomla, di sini memakai versi 1.5.6 bila ingin versi terbaru, cek di situs Joomla.

cd /var/www
sudo wget http://joomlacode.org/gf/download/frsrelease/8232/30034/Joomla_1.5.6-Stable-Full_Package.zip
sudo unzip Joomla_1.5.6-Stable-Full_Package.zip -d /var/www/joomla

Atur Izin Joomla

sudo chmod 777 -R /var/www/joomla


Menyediakan Database Joomla

Untuk menginstall Joomla di butuhkan database, masih ingat password mysql server? Password itu akan kita gunakan. Buka phpMyAdmin pada browser ketik http://localhost/phpmyadmin/


Masukkan username dan password anda





Username : root
Password : (password mysql server yang anda masukan saat penginstallan mysql)


Jika sukses akan muncul halaman phpMyAdmin




Untuk membuat database Joomla, isilah form create database, misalnya nama databasenya adalah "webjoomla" (tanpa tanda kutip).




Install Joomla


Sekarang tiba saat untuk install Joomla, sebelum memulai - lakukan ini terlebih dahulu:

sudo /etc/init.d/apache2 restart

Buka pada browser http://localhost/ akan muncul tampilan seperti ini.




Pilih Next setelah setting Bahasa. Akan hadir pengecekan komponen yang diperlukan Joomla.




Klik next lagi. Baca Lisensi Joomla, lalu klik next kembali. Akan hadir Basic Setting. Isilah seperti ini.

Database Type : mysql
Hostname : localhost (disesuaikan dengan host)
Username : root (disesuaikan)
Password : **** (disesuaikan dengan password anda)
Database Name: webjoomla (disesuaikan)




Jika sudah, klik next kembali. Akan muncul konfigurasi setting FTP. Karena dalam tutorial kali ini tidak menggunakan FTP, maka pilih setting No.





Kemudian akan muncul Main Configuration.

Site Name : Belajar Web (judulnya terserah anda)
Email : admin@webku.com (email anda)
Password : ******* (password untuk website joomla)

Setelah itu akan muncul kabar



Selamat anda telah menginstall Joomla.

Username : admin
Password : Password anda saat Install Joomla

Langkah terakhir adalah menghapus Folder INSTALLATION pada root directory berada pada /var/www/




Caranya ketik

sudo rm -r /var/www/joomla/installation



Sekarang coba kita buka http://localhost/administrator/ atau http://localhost/joomla/administrator/

SELESAI.

Kamis, 04 Februari 2010

Instalasi dan Konfigurasi LAMP server di Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope)

Berikut ini adalah cara saya menginstal LAMP (Linux-Apache-MySQL-PHP) di Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope) versi Desktop yang saya gunakan saat ini di notebook saya untuk belajar CMS Drupal secara lokal. Nantinya saya akan menjalankan Drupal dengan URL mengarah kepada localhost. Sebenarnya panduan singkat ini sebelumnya saya rencanakan untuk demo instalasi wordpress pada Ubuntu (untuk Guru Komputer) di Lab Komputer tempat kerja saya minggu lalu, namun karena waktu pertemuan yang terbatas sehingga tidak jadi dilaksanakan. So, saya publish saja disini..

Instalasi LAMP:

Saya biasanya menggunakan Synaptic Package Manager dan command apt-get (lebih sering menggunakan apt-get karena lebih cepat). Repository paket langsung dari internet yang dihubungkan melalui Proxy Server di tempat kerja saya.
Dari desktop Gnome, pilih System -> Administration -> Synaptic Package Manager.
Setelah berada pada window Synaptic Package Manager, pilih Edit -> Mark Packages by Task.
Kemudian pilih LAMP server dan jalankan instalasinya.
Untuk instal phpMyAdmin, silahkan Search dan ketikkan phpmyadmin.

Jika rekan-rekan ingin menggunakan command apt-get atau aptitude:

Instal Apache:

sudo apt-get install apache2 apache2-doc apache2-mpm-prefork apache2-utils apache2-suexec libexpat1 ssl-cert
Instal PHP:

sudo apt-get install libapache2-mod-php5 libapache2-mod-ruby libapache2-mod-python php5 php5-common php5-curl php5-dev php5-gd php5-idn php-pear php5-imagick php5-imap php5-mcrypt php5-memcache php5-mhash php5-ming php5-mysql php5-pspell php5-recode php5-snmp php5-sqlite php5-tidy php5-xmlrpc php5-xsl
Instal MySQL:

sudo apt-get install mysql-server mysql-client libmysqlclient15-dev
Instal phpMyAdmin:

sudo apt-get install phpmyadmin

Konfigurasi Web Server Apache:
Edit file /etc/apache2/sites-enabled/000-default, rubah pada bagian:



Options Indexes FollowSymLinks MultiViews

AllowOverride None

Order allow,deny

allow from all



menjadi:



Options Indexes FollowSymLinks MultiViews

AllowOverride All

Order allow,deny

allow from all


Aktifkan module rewrite (untuk mengaktifkan URL ramah Drupal), gunakan command: $ sudo a2enmod rewrite, sehingga akan muncul:Module rewrite installed; run /etc/init.d/apache2 force-reload to enable.
Jalankan/restart web server apache untuk mengaktifkan perubahan yang sudah dilakukan dengan command: $ sudo /etc/init.d/apache2 restart, jika berhasil maka akan muncul:

Restarting web server apache2

…waiting [ok]
Rubah kepemilikan root direktory web server dengan command:$ sudo chown -R [nama-user] /var/www

Maksud saya agar [nama-user] memiliki akses full terhadap root direktori web server, sehingga memudahkan pengelolaan web saat kita login menggunakan user [nama-user] nantinya.

Konfigurasi MySQL:

Untuk mengelola database MySQL saya menggunakan phpMyAdmin. Saya hanya perlu menambahkan user baru selain root untuk akses database nantinya.

1.Dari browser arahkan URL ke: http://localhost/phpmyadmin. Kemudian masukkan username root dan password.

2.Setelah login dihalaman phpMyAdmin, pilih tab Hak Akses. Kemudian tambahkan pengguna baru, beri hak atas akses database untuk host localhost.

Konfigurasi php.ini:

Saya hanya merubah pada bagian memory_limit = 16M pada file /etc/php5/apache2/php.ini menjadi memory_limit = 64M. Hal ini dibutuhkan saat kita menggunakan modul CCK pada Drupal 6 yang saya gunakan.

Thanks to : by FX. Eko Budi Kristanto

Minggu, 31 Januari 2010

How to change the root password in Ubuntu

As default Ubuntu has no password set for the root user. To gain root access you have to type in your own user password. This is the password you set for the first user while installing Ubuntu.

To manually set a password for the root user, type in the following in the shell:
sudo passwd

After that you are asked to type in the new root password twice. Finally, your root user has its own password.

Minggu, 01 November 2009

Free BSD instalation Mail Server

Instalasi Mail Server

Yang perlu diketahui Untuk Membuat Mail dan Webserver :



Freebsd, Operating System
Postfix, SMTP server
Dovecot, POP3(s) and IMAP(s) server
Postfixadmin, PHP tool untuk manage postfix
Squirrelmail, webmail system
Clamav, Antivirus





Membuat Mail Server




1. Install Apache

Locate Apache <-- untuk mengetahui letak Apache
#cd /usr/ports/www/apache22

# make

……………

[X]Mysql

...................

# make install


#ee etc/rc.conf

apache22_enable=”YES”

/usr/local/etc/rc.d/apache22 start <-- Menjalankan apache




2. Install PHP

cd /usr/ports/lang/php5

make

…………...

[X] Apache

[X] Multibyte


make install


cd /usr/ports/lang/php5

more pkg-message.mod


ee /usr/local/etc/apache22/httpd.conf


Tambahkan :


AddType application/x-httpd-php .php
AddType application/x-httpd-php-source .phps

save


Untuk mengetahui PHP sudah aktif berada di dalam file index.php



cd /usr/local/www/apache22/data

ee index.php



/usr/local/etc/rc.d/apache22 restart



Test in your browser

it must works!






3. Install MySQL


cd /usr/ports/databases/mysql50-server

make

make install


#ee etc/rc.conf

mysql_enable=”YES”


/usr/local/etc/rc.d/mysql-server start

ps –aux <- melihat sudah jalan atau belum



4. Install Phpmyadmin


cd /usr/ports/databases/phpmyadmin

make


make install



5. Install Dovecot


cd /usr/ports/mail/dovecot

make

…….

[X] MySQL


Make install




6. Install Postfix


cd /usr/ports/mail/postfix

make

and select

[PCRE]

[SASL2]

[DOVECOT]

[TLS]

[MYSQL]

……………………….

[BDB]

[MySQL]


Perintah diatas akan mendownload and compile postfix dan dovecot,



#ee /etc/rc.conf

sendmail_enable="NO"
sendmail_submit_enable="NO"
sendmail_outbound_enable="NO"
sendmail_msp_queue_enable="NO"
postfix_enable="YES"


6. Install postfixadmin :


# /usr/ports/mail/postfixadmin

# make

[MySQ]

# make install


# ee /usr/local/etc/apache22/httpd.conf

# Search for


Before :



DirectoryIndex index.html



After :



DirectoryIndex index.html index.php



Restart apache go to host/postfixadmin/

Setup


# mysqladmin -u root password xxxxxxx



Warning imap


# locate php5-imap

# cd /usr/ports/mail/php5-imap

# make

# make install


# /usr/local/etc/rc.d/apache22 restart


Warning magic quotes :


# cd /usr/local/etc/

# cp php.ini-dist php.ini

# ee php.ini


Before :



AllowOverride None

Order deny,allow

Deny from all



After :



AllowOverride Limit

Order deny,allow

Allow from all




Create the database. Then edit config.inc.php in the postfixadmin


# cd /usr/local/www/postfixadmin/

# ee config.inc.php


Before :

$CONF(‘configured’) = false;


After :

$CONF(‘configured’) = true;



- database_password to the password you changed in DATABASE_MYSQL.TXT

- replace change-this-to-your.domain.tld with your domain name

- domain_path' = YES

- domain_in_mailbox' = 'NO';

- ‘encrypt' = 'cleartext';






Now try to access your site using your servername (remember we’re using name based virtual hosting). You should see all OKs. If it is as expected, delete setup.php and click to Admin section. You’ll log in using admin/admin: change this using htpasswd against the .htpasswd file in the admin directory.


# mv setup.php setup.php.bak



# cd /usr/local/etc/postfix/

# ee main.cf

virtual_alias_maps = mysql:/usr/local/etc/postfix/mysql_virtual_alias_maps.cf
virtual_gid_maps = static:125
virtual_mailbox_base = /usr/local/virtual
virtual_mailbox_domains = mysql:/usr/local/etc/postfix/mysql_virtual_domains_maps.cf
virtual_mailbox_limit = 51200000
virtual_mailbox_maps = mysql:/usr/local/etc/postfix/mysql_virtual_mailbox_maps.cf
virtual_minimum_uid = 125
virtual_transport = virtual
virtual_uid_maps = static:125



Replacing :

- /usr/local/virtual with your mailbox base path

- 125 with the userid of the postfix user



Limit local access to postfixadmin

# mkdir /usr/local/virtual
# chown postfix:postfix /usr/local/virtual/

Create a file named ‘mysql_virtual_alias_maps.cf’ in /usr/local/etc/postfix containing

# ee mysql_virtual_alias_maps.cf

user = postfix
password = postfix
hosts = localhost
dbname = postfix
query = SELECT goto FROM alias WHERE address='%s' AND active = 1

Here and in the files that follow, replace the password for user postfix with the one you changed in DATABASE_MYSQL.TXT.

Create mysql_virtual_domains_maps.cf with

user = postfix
password = postfix
hosts = localhost
dbname = postfix
query = SELECT domain FROM domain WHERE domain='%s'

Create mysql_virtual_mailbox_maps.cf

user = postfix
password = postfix
hosts = localhost
dbname = postfix
query = SELECT maildir FROM mailbox WHERE username='%s' AND active = 1

Now create the directory tree:

cd /usr/local/virtual
mkdir -p /usr/local/virtual/mydomain.com
chmod -R 770 /usr/local/virtual
chown -R postfix:postfix /usr/local/virtual

Now we need to configure dovecot.

cp /usr/local/etc/dovecot-example.conf /usr/local/etc/dovecot.conf, and edit dovecot.conf

changing :


- disable_plaintext_auth = no

- log_path = /var/log/dovecot.log

- ssl_disable = yes

- mail_location = maildir:/usr/local/virtual/%d/%n

- first_valid_uid = 125

- last_valid_uid = 125




Uncomment and complete this:

passdb sql {
args = /usr/local/etc/dovecot-mysql.conf
}
userdb sql {
args = /usr/local/etc/dovecot-mysql.conf
}

Create a file named ‘/usr/local/etc/dovecot-mysql.conf’ containing

driver = mysql
connect = host=localhost dbname=postfix user=postfix password=postfix

user_query = SELECT concat('/usr/local/virtual/', maildir) as home, concat('maildir:/usr/local/virtual/', maildir) as mail, 125 AS uid, 125 AS gid, concat('maildir:storage=', quota) AS quota FROM mailbox WHERE username = '%u' AND active = '1'

password_query = SELECT username as user, password, concat('/usr/local/virtual/', maildir) as userdb_home, concat('maildir:/usr/local/virtual/', maildir) as userdb_mail, 125 as userdb_uid, 125 as userdb_gid FROM mailbox WHERE username = '%u' AND active = '1'

default_pass_scheme = PLAIN

# /usr/local/etc/rc.d/postfix start